Breaking News
Loading...
Senin, 30 Mei 2011

Tips Hidup Sehat: Apakah Gestasional Diabetes Mellitus?

loading...
loading...
Penyakit diabetes mellitus identik dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Baik Type 1 Diabetes Mellitus dan Type 2 Diabetes Mellitus, keduanya memiliki gejala yang sama namun dengan faktor penyebab yang berbeda. Selain type 1 dan type 2 diabetes mellitus, masih ada jenis diabetes mellitus lainnya yaitu Gestasional Diabetes Mellitus.

Di Indonesia Gestasional Diabetes Mellitus sering dinamakan diabetes kehamilan, karena sesuai namanya, penyakit diabetes ini hanya dialami oleh ibu hamil. Berbeda dengan diabetes lainnya, pada Gestasional Diabetes Mellitus gejala penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya setelah bayi lahir. Sedangkan pada diabetes pada umumnya, setelah divonis terkena diabetes, maka gejala yang diderita akan berlanjut terus sepanjang hidup orang tersebut dan tidak dapat disembuhkan.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Gestasional Diabetes Mellitus ini di bawah ini disajikan penjelasan lengkap mengenai pengertian Gestasional Diabetes Mellitus, siapa saja yang berpotensi teridap Gestasional Diabetes Mellitus, gejala apa saja yang ditimbulkan, serta faktor penyebab dan langkah pencegahan Gestasional Diabetes Mellitus tersebut.

Apa Gestasional Diabetes Mellitus itu?

Gestasional Diabetes Mellitus atau yang sering disebut Gestasional Diabetes saja merupakan diabetes yang disebabkan karena kehamilan. Pada penderita diabetes Gestasional, saat kehamilan terjadi keadaan gula darah yang tidak normal. Gula darah yang tidak normal ini terjadi karena sel beta pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk mengontrol gula darah pada ibu hamil ke tingkat yang aman bagi si ibu dan bayi yang dikandungnya. Kondisi seperti ini disebut juga intoleransi glukosa/karbohidrat.

Gestasional Diabetes dapat menyebabkan resiko kelahiran cacat bayi yang dilahirkan khususnya pada jantung dan tulang belakang setelah melahirkan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kadar glukosa pada awal kehamilan yang dapat menghilangkan oksigen pada embrio. Selain itu Gestasional Diabetes Mellitus ini juga dapat menyebabkan bayi berukuran besar pada saat melahirkan serta sehingga dapat membahayakan si ibu dan bayi jika tidak ditangani dengan baik.

Gestasional Diabetes juga dapat mempengaruhi kondisi bayi. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengidap Gestasional Diabetes memiliki resiko mengalami beberapa gejala seperti berikut ini :
  • Hipogiikemia neonatal, yaitu kandungan gula darah yang menurun secara tidak normal
  • Hipokalemia neonatal, yaitu kadar kalium yang rendah dalam darah
  • Hiperbilirubinemia neonatal, yaitu kadar bilirubin yang tinggi dalam darah
  • Polisitemia, yaitu peningkatan jumlah sel darah merah

Siapa yang mengidapnya?

Penyakit Gestasional Diabetes Mellitus hanya diderita oleh kaum ibu yang mengalami kehamilan. Dari populasi ibu hamil yang memiliki risiko Gestasional Diabetes Mellitus, hampir sekitar 2-5% ibu hamil dapat mengidap Gestasional Diabetes Mellitus. Oleh karena itu mengingat akan resiko bahaya yang dapat ditimbulkan, maka semua ibu hamil harus menjalani pemeriksaan screening Gestasional Diabetes Mellitus.

Pemeriksaan screening Gestasional Diabetes Mellitus dilakukan pada usia kehamilan antara minggu ke-24 dan ke-28. Hal ini disebabkan pada usia kehamilan tersebut plasenta akan memproduksi hormon yang dapat mengakibatkan resistensi insulin dalam jumlah banyak. Namun bagi ibu hamil yang berusia lebih dari 35 tahun, mempunyai berat badan gemuk, atau memiliki riwayat diabetes dalam keluarga dapat menjalani pemeriksaan screening Gestasional Diabetes Mellitus lebih awal dan lebih sering.

Jika hasil pemeriksaan didapatkan kadar gula darah yang meningkat, pemeriksaan selanjutnya perlu dilakukan untuk konfirmasi diagnosis Gestasional Diabetes Mellitus.

Untuk lebih mengenali ciri-ciri penderita Gestasional Diabetes Mellitus, berikut ini beberapa tanda dan gejala Gestasional Diabetes yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil, yaitu:
  • Melalui hasil tes laboratorium, kadar gula darahnya berlebihan
  • Cepat merasa haus terus-menerus
  • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari
  • Mudah lelah
  • Sering mual
  • Mengalami infeksi pada kandung kemih, vagina, maupun kulit
  • Penglihatan agak kabur
  • Setelah melahirkan biasanya bayi yang dilahirkan berukuran besar (giant baby)
Jika Anda seorang wanita yang akan merencanakan program kehamilan, sebaiknya Anda mengetahui sejak dini faktor apa saja yang dapat menyebabkan Gestasional Diabetes Mellitus.

Berikut ini beberapa penyebab terjadinya Gestasional Diabetes Mellitus:
  • Mengkonsumsi makanan yang terlalu manis dan berkalori tinggi dalam jumlah banyak.
  • Mengalami kelebihan berat badan/obesitas.
  • Mempunyai riwayat Gestasional Diabetes Mellitus sebelumnya.
  • Mengalami glikosuria.
  • Mempunyai riwayat keluarga yang mengalami diabetes.
Sebagai pencegahan, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan agar tidak mengidap Gestasional Diabetes Mellitus.

Langkah-langkah tersebut antara lain:
  • Mengurangi konsumsi makanan yang terlalu manis dan berkalori tinggi.
  • Pada saat usia kehamilan trimester ketiga, jagalah jumlah asupan makanan agar berat badan tidak terus bertambah. Jika tidak, obesitas berpeluang menjadikan ibu hamil berisiko tinggi mengidap Gestasional Diabetes Mellitus. Namun jumlah asupan makanan jangan sampai kurang.
  • Berolahraga secara teratur serta melakukan aktivitas fisik yang ringan sampai sedang sehingga tubuh tetap bugar. Selama melakukan olahraga atau aktivitas fisik tersebut akan membuat kalori yang tidak perlu dapat terbakar, menurunkan kadar gula darah sehingga memperkecil resiko terkena Gestasional Diabetes Mellitus.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penyakit Gestasional Diabetes Mellitus sebenarnya tidak perlu dirisaukan selama Anda dapat mengontrol gula darah selama kehamilan. Sediakan selalu alat glukometer untuk mengukur kadar gula darah Anda setiap saat sehingga dapat menjadi dasar untuk menentukan jumlah asupan makanan yang diperlukan tubuh. Kemudian lakukan diet dan olahraga secara teratur. Jangan lupa untuk selaku berkonsultasi dan memeriksakan kandungan bayi Anda.

INFO TAMBAHAN:

Alternatif suplemen lain adalah EKSSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT berupa SENYAWA ALGINAT yang didapatkan secara alami dari rumput laut coklat di Indonesia.

Harga suplemen ini RP. 200.000,- untuk 50 kapsul (dalam 1 pack).

Pemesanan produk ini dapat hubungi HP/ Whatsapp ke 085779721597



by
Tips Hidup Sehat Admin

1 comments:

ET Group memproduksi test kit mutu pangan bermerk Easy Test antara lain Test Kit Formalin, Test Kit Boraks, Test Kit Methanil Yellow, Test Kit Rhodamine B, Test Kit Mutu Pangan 4 Varian, Test Kit Formalin Paket Industri, TEST KIT MUTU PANGAN 4 VARIAN (PAKET INDUSTRI), Test Kit Sianida, Test Kit Peroksida, Test Kit Hipoklorit (Kaporit), Test Kit Siklamat, Test Kit Sakarin, Test Kit Asam Salisilat, Test Kit Alkalinitas (Alkalinity), Test Kit Asam Sorbat, Test Kit Benzoat, Test Kit Oksalat (Oxalate), Test Kit Tiosianat (Thiocyanate), Test Kit Nitrit, Test Kit Iodat, Test Kit Oksalat, Test Kit Potassium Bromate (Kalium Bromat) dll. Info detail lihat di LINK WEB TEST KIT SHOP
 
Toggle Footer